Ritual Basaturen pada Masyarakat Samawadi Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Besar

Authors

  • Laras Ayu Setiawati Universitas Mataram
  • Mursini Jahiban Universitas Mataram
  • Muhammad Ismail Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v6i2.102

Keywords:

Ritual Basaturen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritualBasaturen pada masyarakat Suku Samawa di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Besar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dandokumentasi. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa latar belakang proses pelaksanaan ritual basaturen yaitu bahwa Ritual Basaturen atau pemberian makanan kepada leluhur yang diselenggarakan di pantai merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Sehingga seseorang yang telah melakukan suatu acara khitan, pernikahan, maupun bayar jangi (rasa syukur atas kesembuhan dari penyakit) harus melaksanakan ritualBasaturen, jika ritual tidak dilaksanakanmaka akan mendatangkan mala petaka bagi mereka. proses pelaksanaan ritual Basaturen berlangsung dalam 2 tahapan yaitu:satokal isi bangka ode dan maning suci. Adapun benda yang digunakan dalam ritual basaturen yaitu bangka ode, teleku kayu, dan kre putih. Hasil penelitian ini juga menemukan tujuan dan manfaat dari ritual basaturen yaitu tujuan diadakannya Ritual Basaturen adalah untuk memberikan suatu penghormatan kepada leluhur atau nenek moyang. Sedangkan manfaat dari diadakannya Ritual Basaturen yaitu mengajarkan sikap toleransi, selalu bersyukur, terhindar dari perbuatan mungkar, selalu merasa tenang, selalu diberkati sehingga terhindar dari bencana-bencana yang akan menimpanya dan kunci perkembangan masyarakat sumbawa agar bangkit dari hegemoni adalah pembudayaan rasa malu (kangila). Rasa malu (kangila) tersebut terkandung dan merasuk sanubari

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, Muslan. 2009. Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum. Malang: UMM Press.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bungin, Burhan H. M. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenama Media Group.
Koentjaraningrat.1990. Kebudayan, Mentalitas dan Pembangunan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Koentjaraninggrat. 2009. Pengantar Ilmu Atropologi Jilid II. Rineka cipta. Jakarta
Maran, Rafel Raga. 2007. Manusia Dan Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Rinek Cipta. Jakarta.
Miles. B Matthew dan Huberman, A Michael, 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Moleong, 2005. Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Setiadi E. M dkk (2006) Ilmu Sosial Budaya Dasar. Kencana Prenadamedia Group Rawamangun : Jakarta
Spradley,J,P. 1997. Metode Etnografi. Tiara Wacana. Yogyakarta.
Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Bandung
Soerjono Sukanto. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali. Jakarta

Downloads

Published

2019-12-20

How to Cite

Setiawati, L. A., Jahiban, M., & Ismail, M. (2019). Ritual Basaturen pada Masyarakat Samawadi Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Besar. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 6(2). https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v6i2.102

Most read articles by the same author(s)